Tadi malam aku dah rencanakan bakalan akan berpuasa hari ini… Beh… pas lagi meladeni siswa-siswi yang lagi belajar buat blog, emosiku akhirnya tak terkendalikan.., sebuah pena melayang di depan wajah seorang siswi.
Lama-lama kesal juga menghadapi anak-anak sekarang.
Ada beberapa macam kelakuan yang kulihat makin menunjukkan kebobrokan kehidupan manusia dilihat dari perangai anak-anak zaman sekarang. 1. Kendali terhadap ucapan yang keluar dari mulutnya tidak lagi ada. asal ngomong, asal ngoceh dan tak susah mengucapkan kata-kata yang dulu itu dianggap sangat tidak boleh diucapkan. Kata “taik” “anjing” “…ol” seakan “…k” tidak jarang kudengar dalam kehidupan sehari-hari bahkan sampai ke dunia maya, dalam situs pertemanan (friendster, facebook) dan lain-lain.
Sekolah tempatku mengajar memang sedang mendidik anak-anak yang datang dari golongan menengah ke atas, namun semakin lama semakin kurang kunikmati. Seakan-akan ketika orang tuanya mau membayar SPP (uang sekolah) sepertinya sudah berarti membeli sekolah ini beserta apa yang ada di dalamnya.
Anggap Enteng, Sombong, Gampangan seakan melekat [pada diri mereka. Padahal isi otak kurang dibanding anak-anak lain tapi ributnya tidak karuan.
Andai aku bisa kembali ke jaman dahulu, ingin rasanya aku hanya mendidik orang-orang yang punya keinginan belajar yang tinggi sehingga semakin membuatku semangat.
Tapi apa boleh buat. Sebenarnya cita-citaku bukan guru, tapi Consultan, tapi aku tidak bisa mempertahankan idealismeku. Mudah-mudahan aku segera bisa melanjutkan kuliah S2ku untuk menggapai keinginan baru menjadi Dosen yang sesungguhnya.
Dari laboratorium komputer SMA Methodist-1 MEdan